rasio pengenceran dan faktor pengenceran
2. Stoikiometri Kimia Analisis

Rasio Pengenceran dan Faktor Pengenceran

Larutan yang terdapat di laboratorium biasanya disiapkan dalam konsentrasi yang pekat selanjutnya untuk membuat larutan yang dengan konsentrasi yang lebih encer maka kita tinggal mengencerkannya. Nah dari sinilah konsep pengenceran berasal. Pengenceran adalah suatu proses memperkecil konsentrasi larutan dengan cara menambah sejumlah volume tertentu pelarut. Pengenceran dapat di nyatakan dalam dua perbandingan yaitu ‘rasio pengenceran’ dan ‘faktor pengenceran’.

Rasio Pengenceran
Rasio pengenceran digunakan secara umum untuk proses pengenceran sederhana. Rasio pengenceran menunjukkan perbandingan antara volume material yang diencerkan dengan volume pelarut guna mendapatkan larutan dengan konsentrasi yang diinginkan. Sebagai contoh jika kita memiliki intruksi untuk mengencerkan larutan 5 M glukosa dengan rasio pengenceran 1:10 maka kita harus mengambil 1 ml Larutan glukosa 5M kemudian mencampurkannya dengan 10 mL pelarut untuk mendapatkan 11 ml larutan yang telah diencerkan. Contoh lain adalah mengencerkan larutan HCl pekat dengan rasio pengenceran 1:4 artinya kita mengambil 1 bagian volume HCl pekat dan kemudian menambahkan dengan 4 bagian volume air.

Faktor Pengenceran
Faktor pengenceran merujuk pada perbandingan volume awal larutan (dengan konsentrasi yang lebih pekat) terhadap volume akhir larutan (dengan konsentrasi yang lebih encer). Misalkan volume awal larutan adalah V1 kemudian diencerkan hingga volumenya menjadi V2 maka faktor pengencerannya,

Faktor Pengenceran (FP) = V2 : V1

Sebagai contoh kalian disuruh membuat larutan dengan FP 50 maka secara gampangnya kita bisa membuat larutan tersebut dengan mengambil 1 mL larutan stok kemudian mengencerkannya dengan pelarut tertentu hingga volumenya menjadi 50 mL. Ada beberapa cara untuk menyediakan pengenceran dengan faktor pengenceran 50 seperti yang tercantum dalam tabel berikut,

Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa faktor pengenceran (FP) tidak memberi tahu kita berapa volume awal maupun volume akhir namun dari FP kita dapat mengetahui berapa perbandingan volume awal dan volume akhirnya.

Bagaimana menggunakan rasio pengenceran & faktor pengenceran?
Biasanya penggunaan antara rasio pengenceran dengan faktor pengenceran di laboratorium sedikit rancu. Oleh sebab itu jika kita menerima intruksi pengenceran yang dinyatakan dalam perbandingan maka ada baiknya jika kita mengklarifikasi apakah rasio yang dimaksud adalah rasio pengenceran atau faktor pengenceran.

Referensi:

  1. https://www.ausetute.com.au/dfactor.html

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.