Tag: struktur edta

  • Pembuatan & Standarisasi Larutan EDTA

    Pembuatan & Standarisasi Larutan EDTA

    Apa itu EDTA ?
    EDTA singkatan dari Ethylene Diamine Tetra Acetic acid
    EDTA memiliki empat gugus karboksilat dan dua gugus amina
    EDTA biasanya ditulis dalam bentuk asamnya dan singkat menjadi simbol H4Y

    struktur edta dan singkatannya

    Disebbakan tingkat kelarutan EDTA yang rendah dalam air maka larutan standar EDTA dalam titrasi kompleksometri biasanya di buat dari garam natriumnya yaitu garam dinatrium EDTA dihidrat atau Na2H2Y.2H2O

    garam natrium edta

    Berbagai macam bentuk EDTA dalam lingkungan yang berbeda pHnya
    EDTA dalam bentuk asam yaitu H4Y pada pH <3 Pada kisaran pH 3-10 maka spesies yang mendominasi adalah H2Y2- dan H3Y- Pada pH > 10 semua atom hidrogennya akan terprotonasi sehingga akan tinggal dalam bentuk Y4-

    EDTA adalah ligan heksadentat dimana dia dapat menyumbangkan enam pasangan elektron bebasnya untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan kation untuk membentuk kompleks logam-EDTA

    struktur kompleks edta dan kation

    Aturan titrasi dengan menggunakan larutan standar EDTA

    1. Titrasi dengan menggunakan EDTA harus di lakukan dalam medium yang di buffer pada pH tertentu sesuai dengan kestabilan ion logamnya
    2. Penggunaan pH yang tepat sangat penting untuk konstanta kestabilan kompleks logam-EDTA
    3. Reaksi disosiasi asam dari EDTA, H4Y juga di pengaruhi oleh pH, dan pH ini juga berpengaruh untuk berfungsinya indikator

    Mengapa larutan EDTA perlu di standarisasi?

    • Larutan standar EDTA biasanya disiapkan dari garam natriumnya yang lebih mudah larut dalam air
    • Tidak mudah menemukan garam natrium edta dalam keadaan yang murni
    • Oleh karena itu larutan standar EDTA perlu dilakukan standarisasi

    Bagaimana melakukan standarisasi larutan EDTA dengan menggunakan ZnO ?

    • Larutan EDTA di standarisasi dengan menggunakan standar primer ZnO
    • Titrasi dilakukan dengan menggunakan buffer pH 10 dan Eriochrome Black T sebagai indikator
    • Titik akhir titrasi diamati dari perubahan warna dari ungu ke biru

    Pembuatan larutan EDTA

    • Timbang sekitar 3.8 g EDTA-2Na.2H2O dan larutkan dalam 300 mL aquades
    • Encerkan dalam labu ukur hingga volumenya 1000 mL
    • Simpan larutan ini dalam botol polietilen

    Pembuatan larutan standar primer

    • Timbang secara akurat 0.18 zat standar primer ZnO (panasakan dalam oven bersuhu 800 C hingga massanya tetap)
    • Larutkan dalam 10 mL larutan HCl 4 M
    • Encerkan hingga volumenya menjadi 250 mL

    Prosedur standarisasi

    • Pipet secara akurat 25 mL larutan EDTA dan tambahkan 1 tetes larutan 0,2% metil merah dalam etanol
    • Tambahkan larutan amoniak hingga larutan berwarna kekuningan
    • Tambahkan 25 aquades, 10 mL larutan buffer pH 10 dan 1-2 tetes indikator Eriochrome Black T
    • Lakukan titrasi dengan larutan standar primer sampai terjadi perubahan warna dari unggu ke biru
  • Selayang Pandang Titrasi Kompleksometri

    Selayang Pandang Titrasi Kompleksometri

    Metode titrimetri yang didasarkan pada pembentukan senyawa kompleks disebut sebagai titrasi kompleksometri. Titrasi kompleksometri utamanya di pergunakan untuk menentukan ion logam dengan berbasis reaksi pembentukan senyawa kompleks. Meskipun agen yang di pakai untuk membentuk senyawa kompleks sangat beragam sebagai contoh sianida, tiosianat, florida, 1,2-diaminoetana dan lainnya akan tetapi dalam praktenya kompleksometri menggunakan larutan standar senyawa yang memiliki gugus ‘.asam iminodiasetat’. Senyawa jenis ini yang sering dipergunakan adalah ‘asam etilendiamintetraasetat’ disingkat EDTA dan biasanya ditulis dengan simbol H4Y. Berikut adalah struktur EDTA.

    struktur EDTA

    Akan tetapi disebabkan alasan EDTA yang memiliki kelarutan yang rendah dalam air maka bentuk garam disodium dihidrat EDTA disingkat Na2H2Y.2H2O yang dipergunakan sebagai larutan standar.

    struktur natrium edta

    Berikut kelebihan EDTA untuk titran

    1. EDTA membentuk kompleks yang stabil dengan berbagai macam ion logam
    2. Proses pembentukan senyawa kompleks terjadi dalam satu tahap dan sangat cepat hal ini membuat perubahan yang cukup tajam pada titik ekuivalen
    3. Kompleks Logam-EDTA larut dalam air
    4. Ion Logam membentuk senyawa kompleks dengan EDTA dengan perbandingan 1:1, dan hal ini tidak dipegaruhi oleh muatan dari logam tersebut.

    Reaksi antara ion logam (Men+) dengan EDTA H4Y dapat ditulis sebagai berikut,

    reaksi antara ion logam dengan edta

    dari reaksi diatas dapat diketahui adanya kompetisi antara ion logam deangn ion hidrogen untuk berikatan dengan Y2-. Kestabilan ikatan ion logam Men+ dengan Y2- diukur dengan menghitung konstanta K kesetimbangan untuk reaksi berikut

    cara menghitung konstanta kesetimbangan ion logam-EDTA

    Berikut nilai tetapan kesetimbangan EDTA dengan beberapa ion logam

    nilai konstanda kesetimbangan EDTA dengan berbagai macam ion logam

    Struktur EDTA dengan ion logam membentuk kompleks logam-edta dimana EDTA bertindak sebagai ligan heksadentat.

    Umumnya ion logam yang membentuk kompleks dengan kekuatan yang lemah membutuhkan medium dengan pH yang tidak asam (pHnya tinggi) sedangkan logam yang membentuk kompleks yang lebih kuat dengan EDTA dapat dititrasi pada pH rendah. Dari reaksi diatas dapat dilihat bahwa dihasilkan H+ sehingga untuk mencegah tidak berubahnya pH saat melakukan titrasi maka larutan harus di berikan buffer.

    struktur kompleks logam dengan EDTA

    Kurva titrasi kompleksometri dapat dibuat dengan menghitung pMe (-log [ion logam] ) dengan volume titran. Perubahan pMe di area titik akhir titrasi akan meningkat dengan meningkatnya konstanta stabilitas kompleks. Jika titrasi menggunakan deteksi titik akhir titrasi secara visual maka hal ini sangat mungkin diterapkan untuk kompleks yang memiliki konstanta kestabilan kompleks diatas 10exp7.

    Indikator yang biasa dipakai untuk titrasi komplesometri adalah pewarna organik dimana fungsinya dapat membentuk kompleks dengan ion logam yang akan di titrasi. Selama titrasi berlangsung dengan penambahan EDTA, maka EDTA ini akan menggantikan indikator yang telah berikatan dengan ion logam membentuk ikatan yang lebih stabil. Jika semua logam telah bereaksi dengan EDTA maka perubahan warna pun terjadi.

    Perubahan warna ini terjadi disebabkan warna dari ligan bebas indikator pada pH tertentu. Untuk dapat mengamati perbedaan perubahan warna indikator maka konstanta kestabilan logam-indikator tidak boleh lebih rendah dari 10exp4 – 10exp5 dan nilai ini harus lebih rendah dari nilai kontants ketabilan yang dibentuk oleh Logam-EDTA.

    Contoh indikator adalah Eriochrome Black T (H2Ind-) yang bertindak sebagai indikator asam/basa dan sebagai ion logam indikator. Eriochrome Black T dapat dipakai untuk mentitrasi kation Mg2+, Zn2+ dan Cd2+. Reaksi Eriochrome Black T yang bertindak sebagai asam lemah dapat di tulis dalam reaksi berikut,

    Titrasi biasnaya di lakukan pada pH 10. Jika kita ingin menentukan Mg2+ maka reaksi ion logam Magnesium dengan indikator dapat ditulis sebagai berikut,

    reaksi peruabahan warna pada indikator titrasi kompleksometri

    Perubahan warna dari merah (MgIn-) menjadi biru (HInd2-) akan teramati dalam penentuan titik akhir titrasi.

    Berikut perubahan warna pada titrasi kompleksometri

    perubahan warna pada titrasi kompleksometri

    (a) Warna merah ketika larutan ion logam ditambahkan indikator karena terbentuk komplek Logam-indikator (b) warna ungu terjadi saat titik akhir titrasi diamati (c) warna biru disebabkan ion indikator berada dalam keadaan bebas HInd2-