Tag: indikator titrasi kompleksometri

  • Indikator Titrasi Kompleksometri

    Indikator Titrasi Kompleksometri

    Metode visual yang dapat di gunakan untuk menentukan titik akhir titrasi pada titrasi kompleksometri hampir semuanya melibatkan pembentukan kompleks antara indikator dengan ion logam. Pada titrasi kompleksometri yang menggunakan EDTA sebagai titran maka pM (-log [ion logam]) mengalami kenaikan secara lambat sampai dengan dicapainya titik ekuivalen, dan pada saat semua ion logam telah membentuk kompleks dengan EDTA maka peningkatan secara tajam pada pM terjadi.

    Indikator yang digunakan dalam titrasi kompleksometri akan berubah warna pada saat semua logam telah habis bereaksi dan membentuk senyawa kompleks dengan EDTA. Perubahan ini dihasilkan dari beralihnya warna kompleks-indikator dengan warna indikator dalam keadaan bebasnya seperti yang digambarkan dalam reaksi berikut,

    reaksi perubahan warna indikator pada titrasi kompleksometri

    Perlu diingat bahwa reaksi kedua akan terjadi jika kestabilan MgY2- lebih tinggi jika dibandingkan dengan kestabilan MgInd-.

    Banyak sekali senyawa organik yang dapat membentuk senyawa kompleks dengan ion logam dan menghasilkan warna tertentu akan tetapi hanya sedikit dari senyawa organik ini cocok untuk dijadikan indikator visual. Hal-hal yang menjadi perhitungan suatu indikator dapat dijadikan menjadi indikator visual dalam titrasi kompleksometri adalah sebagai berikut,

    1. Dengan menambah sejumlah kecil indikator perubahan warna yang dihasilkan sudah cukup intens
    2. Warna kontrast antara kompleks logam-indikator dengan indikator harus mudah di amati
    3. Kompleks logam-indikator memiliki kestabilan untuk memastikan perubahan warna yang dapat diamati, namun kestabilannya harus lebih rendah dibandingkan dengan kompleks logam-EDTA
    4. Perubahan kesetimbangan dari kompleks logam-indikator menjadi kompleks logam-EDTA harus terjadi dengan cepat
    5. Reaksi perubahan warna indikator harus bersifat selektif
    6. Indikator harus sensitif terhadap ion logam sehingga perubahan warna dapat dengan cepat diamati saat mendekati titik ekuivalen
    7. Indikator harus stabil dalam medium yang digunakan dalam titrasi
    8. Indikator harus stabil dalam masa penyimpanan
    9. Syarat diatas harus terpenuhi pada pH yang akan dilakukan saat titrasi
    10. Dapat dengan mudah di peroleh secara komersil dan dengan kemurnian yang tinggi

    Indikator yang dipakai untuk titrasi kompleksometri umumnya adalah pewarna organik yang di kenal dengan nama ‘indikator metalokromik’. Tabel dibawah ditampilkan indikator metalokromik beserta range pH serta kation apa saja yang dapat digunakan untuk titrasi dengan indikator tersebut. Warna kompleks logam-indikator dapat dilihat secara jelas oleh mata dikisaran konsentrasi indikator antara 10exp-6 s/d 10exp-7.

    tabel range ph indikator kompleksometri

    Eriochrome Black T
    Eriochrome Black T adalah indikator metalokromik yang sering diperrgunakan dalam titrasi kompleksomteri untuk menentukan sejumlah kation. Struktur dari Eriochrome Black T diperlihatkan dalam gambar berikut ini,

    struktur Eriochrome Black T

    Eriochrome Black T bertindak sebagai asam lemah seperti reaksi berikut ini,

    reaksi hidrolisis indikator titrasi asam basa

    Ingat bahwa bentuk asam dan basa konjugasinya memiliki warna yang berbeda. Kompleks logam dengan Eriochrome Black T umumnya berwarna merah dimana dalam bentuk H2In-. Agar indikator berfungsi dengan baik maka pH larutan di set di nilai 7 ke atas agar bentuk bebas HIn2- mendominasi begitu ion logam semuanya habis bereaksi dengan EDTA dengan reaksi

    perubahan warna indikator titrasi kompleksometri
    titrasi kompleksometri

    tabung a berisi kompleks logam-indikator yang berwarna merah MIn- sedangkan gambar c adalah bentuk indikator bebasnya yaitu HIn2- sedangkan c adalah transisi warna dalam titrasi kompleksomteri menjadi warna ungu karena campuran antara warna merah dan biru dari a dan c

  • Selayang Pandang Titrasi Kompleksometri

    Selayang Pandang Titrasi Kompleksometri

    Metode titrimetri yang didasarkan pada pembentukan senyawa kompleks disebut sebagai titrasi kompleksometri. Titrasi kompleksometri utamanya di pergunakan untuk menentukan ion logam dengan berbasis reaksi pembentukan senyawa kompleks. Meskipun agen yang di pakai untuk membentuk senyawa kompleks sangat beragam sebagai contoh sianida, tiosianat, florida, 1,2-diaminoetana dan lainnya akan tetapi dalam praktenya kompleksometri menggunakan larutan standar senyawa yang memiliki gugus ‘.asam iminodiasetat’. Senyawa jenis ini yang sering dipergunakan adalah ‘asam etilendiamintetraasetat’ disingkat EDTA dan biasanya ditulis dengan simbol H4Y. Berikut adalah struktur EDTA.

    struktur EDTA

    Akan tetapi disebabkan alasan EDTA yang memiliki kelarutan yang rendah dalam air maka bentuk garam disodium dihidrat EDTA disingkat Na2H2Y.2H2O yang dipergunakan sebagai larutan standar.

    struktur natrium edta

    Berikut kelebihan EDTA untuk titran

    1. EDTA membentuk kompleks yang stabil dengan berbagai macam ion logam
    2. Proses pembentukan senyawa kompleks terjadi dalam satu tahap dan sangat cepat hal ini membuat perubahan yang cukup tajam pada titik ekuivalen
    3. Kompleks Logam-EDTA larut dalam air
    4. Ion Logam membentuk senyawa kompleks dengan EDTA dengan perbandingan 1:1, dan hal ini tidak dipegaruhi oleh muatan dari logam tersebut.

    Reaksi antara ion logam (Men+) dengan EDTA H4Y dapat ditulis sebagai berikut,

    reaksi antara ion logam dengan edta

    dari reaksi diatas dapat diketahui adanya kompetisi antara ion logam deangn ion hidrogen untuk berikatan dengan Y2-. Kestabilan ikatan ion logam Men+ dengan Y2- diukur dengan menghitung konstanta K kesetimbangan untuk reaksi berikut

    cara menghitung konstanta kesetimbangan ion logam-EDTA

    Berikut nilai tetapan kesetimbangan EDTA dengan beberapa ion logam

    nilai konstanda kesetimbangan EDTA dengan berbagai macam ion logam

    Struktur EDTA dengan ion logam membentuk kompleks logam-edta dimana EDTA bertindak sebagai ligan heksadentat.

    Umumnya ion logam yang membentuk kompleks dengan kekuatan yang lemah membutuhkan medium dengan pH yang tidak asam (pHnya tinggi) sedangkan logam yang membentuk kompleks yang lebih kuat dengan EDTA dapat dititrasi pada pH rendah. Dari reaksi diatas dapat dilihat bahwa dihasilkan H+ sehingga untuk mencegah tidak berubahnya pH saat melakukan titrasi maka larutan harus di berikan buffer.

    struktur kompleks logam dengan EDTA

    Kurva titrasi kompleksometri dapat dibuat dengan menghitung pMe (-log [ion logam] ) dengan volume titran. Perubahan pMe di area titik akhir titrasi akan meningkat dengan meningkatnya konstanta stabilitas kompleks. Jika titrasi menggunakan deteksi titik akhir titrasi secara visual maka hal ini sangat mungkin diterapkan untuk kompleks yang memiliki konstanta kestabilan kompleks diatas 10exp7.

    Indikator yang biasa dipakai untuk titrasi komplesometri adalah pewarna organik dimana fungsinya dapat membentuk kompleks dengan ion logam yang akan di titrasi. Selama titrasi berlangsung dengan penambahan EDTA, maka EDTA ini akan menggantikan indikator yang telah berikatan dengan ion logam membentuk ikatan yang lebih stabil. Jika semua logam telah bereaksi dengan EDTA maka perubahan warna pun terjadi.

    Perubahan warna ini terjadi disebabkan warna dari ligan bebas indikator pada pH tertentu. Untuk dapat mengamati perbedaan perubahan warna indikator maka konstanta kestabilan logam-indikator tidak boleh lebih rendah dari 10exp4 – 10exp5 dan nilai ini harus lebih rendah dari nilai kontants ketabilan yang dibentuk oleh Logam-EDTA.

    Contoh indikator adalah Eriochrome Black T (H2Ind-) yang bertindak sebagai indikator asam/basa dan sebagai ion logam indikator. Eriochrome Black T dapat dipakai untuk mentitrasi kation Mg2+, Zn2+ dan Cd2+. Reaksi Eriochrome Black T yang bertindak sebagai asam lemah dapat di tulis dalam reaksi berikut,

    Titrasi biasnaya di lakukan pada pH 10. Jika kita ingin menentukan Mg2+ maka reaksi ion logam Magnesium dengan indikator dapat ditulis sebagai berikut,

    reaksi peruabahan warna pada indikator titrasi kompleksometri

    Perubahan warna dari merah (MgIn-) menjadi biru (HInd2-) akan teramati dalam penentuan titik akhir titrasi.

    Berikut perubahan warna pada titrasi kompleksometri

    perubahan warna pada titrasi kompleksometri

    (a) Warna merah ketika larutan ion logam ditambahkan indikator karena terbentuk komplek Logam-indikator (b) warna ungu terjadi saat titik akhir titrasi diamati (c) warna biru disebabkan ion indikator berada dalam keadaan bebas HInd2-