Tag: tutor kimia online

  • Kurva Titrasi Basa Kuat Dengan Asam Kuat

    Kurva Titrasi Basa Kuat Dengan Asam Kuat

    Pembuatan kurva titrasi untuk basa kuat dan asam kuat dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti saat kita membuat kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat.

    Cek disini cara membuat kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat

    Sekarang marilah kita perhatikan contoh titrasi 0.1 M NaOH 25 mL dengan 0,1 M HCl.

    pH saat penambahan 0 mL HCl
    Didalam larutan hanya terdapat 0,1 M NaOH 25 mL maka kita harus mencari mol mula-mula NaOH dan kemudian mencari pH nya

    pOH = – log [OH-] = – log [0,1] = 1
    pH = 14 -1 = 13

    pH saat penambahan 5 mL HCl
    Pertama kit amenghitung mol HCl dan kemudian membuat perhitungan MBS (mulamula-bereaksii-sisa) untuk mencari berapa sisa NaOH yang terdapat didalam erlenmeyer dengan perhitungan sebagai berikut. Ingat sisa mol NaOH harus dibagi dengan volume total (vol NaOH + vol penambahan HCl)

    kurva titrasi basa kuat dengan asam kuat

    Untuk penambahan 10 mL – 24,9 mL maka kita dapat menggunakan perhitungan yang sama seperti diatas ya. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa semakin mendekati titik ekuivalen maka jumlah mol H+ akan mendekati jumlah mol OH-

    pH penambahan 25 mL HCl
    Saat penambahan 25 mL HCl maka mol asam adalah 2,5 mmol sedangkan mol basa NaOH juga 2,5 mmol. Artinya jumlah mol asam sama dengan jumlah mol basa dan karena perbandingan mol reaksi antara NaOH dan HCl adalah 1:1 maka baik HCl dan NaOH akan habis bereaksi sehingga yang tertinggal sekarang adalah garam NaCl.

    NaCl adalah garam yang terbuat dari asam kuat dan basa kuat dalam larutan tidak terhidrolisis sehingga pH nya adalah 7.

    pH setelah penambahan 30 mL HCl
    Setelah penambahan 30 mL HCl maka mol asam klorida adalah 3,0 mmol sedangkan mol basa 2,5 mmol, ini artinya saat ini ada kelebihan basa sebesar 0,5 mmol, dan pH nya dapat dicari dengan menggunakan rumus

    Untuk menghitung pH penambahan HCl dari 35 mL sampai 50 mL kita bisa menggunakan perhitungan yang sama seperti diatas ya . Dan jika di plot kurvanya akan tampak seperti gambar berikut ini,

    kurva titrasi antara 0,1 NaOh dengan 0,1 HCl

  • Kurva Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat

    Kurva Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat

    Pembuatan kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat dapat dilakukan dengan memplot antara pH analit dengan volume titran yang ditambahkan. Untuk lebih mudahnya kita dapat membagi area kurva ini menjadi perhitungan kedalam tiga area yang berbeda yaitu,

    1. praekuivalen
    2. saat titik ekuivalen
    3. setelah titik ekuvalen

    Yuk kita contohkan kita akan menitrasi larutan asam kuat 0,1 M HCl 25 mL dengan titran larutan 0,1 NaOH. Reaksi yang terbentuk adalah sebagai berikut,

    reaksi antara HCl dengan NaOH

    pH saat sebelum penambahan NaOH
    Pada saat belum titambahkan NaOH maka dalam erlenmeyer hanya terdapat larutan 0.1 M HCl 25 mL maka pH larutan di cari dengan menggunakan rumus berikut ini,

    menghitung pH 0,1 M HCl

    pH saat penambahan 5 mL NaOH
    Untuk menghitung pH setelah penambahan 5 mL NaOH 0.1 M maka kita harus menghitung terlebih dahulu mol HCl mula-mula begitu juga dengan ada berapa mol NaOH dalam 5 mL NaOH 0,1 M. Setelah itu tinggal kita menggunakan rumus MBS (Mulamula-Bereaksi-Sisa) untuk menghitung pH nya

    pH saat penambahan 10 mL NaOH sampai 24,9 mL NaOH
    Untuk perhitungan pH penambahan 10 mL sampai dengan 24,9 mL NaOH maka perhitungannya adalah sama seperti perhitungan diatas ya.

    pH saat Penambahan 25 mL NaOH
    Pada saat penambahan 25 mL NaOH maka mol NaOH adalah 2,5 mmol sedangkan mol HCl juga 2,5 mmol, maka baik NaOH dan HCl sama-sama habis bereaksi sehingga dalam larutan saat ini hanya ada NaCl. Masih ingat kan NaCl adalah garam dari asam kuat dan basa kuat, garam ini tidak terhidrolisis sehingga pH nya adalah 7.

    pH saat penambahan 30 mL NaOH
    Saat penambahan 30 mL maka sekaranh mol NaOH adalah 3,0 mmol dan mol HCl adalah 2,5 mmol maka sekarang yang berlebih adalah NaOH sebanyak 0,5 mmol, untuk mencari molaritas NaOH nya maka tinggal membagi mol dengan volume total larutan 0,5 mmol/55 mL.

    Untuk penambahan 35-50 mL NaOH kita menggunakan perhitungan yang sama ya

    Dengan cara perhitungan diatas maka kita dapat merangkum perhitungan pH nya seperti tabel dibawah ini ,

    Dan kurvanya dapat digambarkan sebagai berikut,

    kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat HCl dengan NaOH

    Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat kurva titrasi asam kuat dengan basa kuat

    1. Perubahan pH saat awal titrasi berjalan lambat
    2. Titik ekuivalen terjadi pada pH 7 disebabkan jumlah mol asam yang bereaksi dengan basa adalah sama dan yang dihasilkan adalah garam dari asam kuat dan basa kuat.
    3. Mendekati titik ekuvalen maka konsentrasi H+ mendekatai sama dengan konsentrasi OH-, oleh sebab itu penambahan sedikit NaOh akan dapat membawa perubahan pH yang cukup besar
    4. Setelah titik ekuvalen maka sepsies yang paling dominan adalah OH- disebabkan NaOh sekarang berada dalam kondisi berlebih